We deliver excellent results with commitment. Youtube Fitness Indonesia Facebook Fitness Indonesia Twitter Fitness Indonesia Member Fitness Indonesia

Zinc - Penting untuk Otot, Kadar Lemak, dan Kesehatan Anda

Zinc - Penting untuk Otot, Kadar Lemak, dan Kesehatan Anda

“Coach, saya lagi mau bulking, saya perlu konsumsi mass gainer gak?” atau “Coach, suplemen apa yang bagus atau yang saya butuhkan untuk membentuk otot?

Seringkali ketika orang melontarkan pertanyaan seperti itu kepada saya, jawaban saya selalu sedikit mengejutkan. Sepertinya, jawaban yang ditunggu-tunggu adalah "gainer" atau "whey protein". Tapi kalau saya, hampir selalu jawabannya adalah mineral Seng/Zinc (Zn). Dan mereka seperti, “Zinc? Apa tuh, Coach?” atau “Apa gunanya?”

Zinc dan Pembentukan Otot

Mengapa zinc hampir selalu rekomendasi #1 saya soal “suplemen” untuk men-suplementasi program pembentukan otot? Karena Zinc adalah salah satu komponen yang dibutuhkan tubuh dalam memproduksi hormon testosterone. Hal ini sudah banyak ditunjukkan oleh hasil-hasil penelitian (1). Di sisi...

Baca selengkapnya...

Train to Failure - Cara Latihan Beban Efektif? (Bagian 2)

Train to Failure - Cara Latihan Beban Efektif? (Bagian 2)

Di blog post sebelumnya, kita telah memulai pembahasan kita mengenai salah satu metode atau teknik latihan beban yang populer, yaitu latihan sampai titik “failure”, dimana “failure” tersebut bisa disebabkan oleh penggunaan beban yang maksimal atau pencapaian jumlah repetisi yang maksimal dalam satu set latihan. Ternyata, kepopuleran dan reputasi teknik atau metode latihan ini memang didukung kuat oleh manfaatnya dalam meningkatkan keefektifan latihan beban, khususnya untuk peningkatan “strength” dan pertumbuhan massa otot.

Nah sekarang, bagaimana cara mengaplikasikan teknik latihan ampuh ini agar program latihan anda menjadi lebih efektif? Di bawah adalah kupas tuntasnya secara mendetil.

Bagaimana cara mengaplikasikan teknik latihan sampai “Failure”

Mengerti bahwa teknik latihan...

Baca selengkapnya...

Train to Failure - Cara Latihan Beban Efektif? (Bagian 1)

Train to Failure - Cara Latihan Beban Efektif? (Bagian 1)

"Latihan Keras atau Tidak Sama Sekali", "Go hard or go home", atau "No pain no gain". Mungkin anda sudah sering mendengar pernyataan-pernyataan "hardcore" tersebut. Tidak heran jika banyak orang, termotivasi dengan pernyataan-pernyataan di atas, memilih untuk menggunakan beban maksimal ketika latihan beban dan berlatih sampai titik “failure”, yang artinya mengejar jumlah repetisi maksimal dalam 1 set latihan dengan beban maksimal hingga titik penghabisan (sampai beban tak bisa terangkat lagi).

Saya sendiri pun sering menggunakan “metode atau teknik” ini, baik untuk latihan saya sendiri, seperti yang ditunjukkan oleh video di bawah, maupun untuk program latihan klien-klien saya. Tapi, apakah hal ini berarti latihan sampai titik “failure” ini bagus dan bermanfaat untuk keefektifan...

Baca selengkapnya...

Research Review - HIIT Lebih Efektif dari Latihan Kardio Tradisional?

Research Review - HIIT Lebih Efektif dari Latihan Kardio Tradisional?

Saya yakin anda sudah sering mendengar soal HIIT, bagaimana metode latihan kardio tersebut begitu superior dalam membakar lemak, meningkatkan metabolisme, dan sebagai-bagainya. Namun, ketika saya "mengunjungi" kembali dan membaca dengan seksama sebuah studi lama yang sangat (atau bahkan paling) terkenal dan populer dalam hal HIIT, saya menemukan beberapa kejanggalan. Berikut adalah "pembedahan" saya (Sekedar sharing - anda bisa setuju atau tidak )

Pembedahan terhadap studi terkenal HIIT oleh Tremblay et al (1994) - "Impact of Exercise Intensity on Body Fatness and Skeletal Muscle Metabolism"

Seperti yang saya katakan, ini adalah studi yang paling sering dan populer dikutip oleh para pendukung HIIT. Di studi ini, para peneliti membandingkan efek dari 2 metode latihan pada kadar lemak dan...

Baca selengkapnya...

Karbohidrat Tidak Membuat Gemuk - Siapa Sangka

Karbohidrat Tidak Membuat Gemuk - Siapa Sangka

Seringkali, dalam hal menurunkan berat badan dan kadar lemak tubuh, rekomendasi yang umum diberikan oleh para fitness coach/trainer dan bahkan dokter (yang mungkin sedikit kurang tahu, kurang pengalaman, atau malah merasa tahu segalanya tapi sebenarnya tidak banyak) adalah menurunkan konsumsi karbohidrat, mulai dari nasi, roti, dan segala macam makanan berkarbohidrat. Parahnya, rekomendasi ini sering diberikan tanpa pikir panjang, tanpa memperhitungkan kondisi dan situasi dari pasien/klien mereka. Tak heran jika banyak orang jadi beranggapan bahwa karbohidrat membuat gemuk.

Well, here is what really happens!

Tidak seperti anggapan orang pada umumnya, karbohidrat tidaklah serta merta, secara otomatis disimpan menjadi lemak. Memang, berbagai studi telah menunjukkan kaitan konsumsi...

Baca selengkapnya...

Fitness Tips: Timbangan Pengukur Kadar Lemak, Akurat atau Omong Kosong?

Fitness Tips: Timbangan Pengukur Kadar Lemak, Akurat atau Omong Kosong?

"Coach, kadar lemak Coach di foto ini berapa?"

Sering saya mendapatkan pertanyaan ini melalui email, BBM, atau media sosial saya pribadi atau media sosial Fitness Indonesia. Dan jawaban saya biasanya terdiri dari 2 angka. Seperti foto di samping, 4% dan 13%. Dengan metode biosignature Poliquin, 4%. Dengan metode BIA (Bioimpedance analysis) 13%. Menurut anda, lebih akurat yang 4% atau 13%? Exactly, 4%

Kenapa bisa berbeda jauh seperti itu? Simple saja. Karena BIA tidaklah akurat sehingga segala pengukuran kadar lemak dengan metode ini (yang sayangnya sangat sering digunakan umum, seperti di gym publik atau di rumah dengan "timbangan pengukur kadar lemak") bisa dibilang omong kosong dan tidak perlu dipedulikan

Mengapa begitu?

Metode pengukuran lemak "Bioimpedance analysis" atau sering...

Baca selengkapnya...

Research Review: Serat, Beneran Penting atau Tidak?

Research Review: Serat, Beneran Penting atau Tidak?

Mungkin, seperti sudah bisa anda tebak, filosofi diet saya, serta klien-klien saya di Fitness Indonesia bisa dibilang cukup fleksibel. Tidak ada daftar "makanan yang boleh dimakan" dan "tidak boleh dimakan". Semua makanan bisa dimakan. Hanya saja, jumlahnya perlu disesuaikan dengan kebutuhan serta kemampuan toleransi tubuh.

Akan tetapi, satu hal yang tidak bisa dianggap remeh dari filosofi diet fleksibel ini adalah rekomendasi konsumsi seratnya (yang sayangnya justru sering dilupakan oleh diet-diet lain yang "lebih ketat"). Walaupun fleksibel dan boleh mengkonsumsi makanan apapun juga, para klien Fitness Indonesia tetap diminta untuk memenuhi kebutuhan serat harian mereka secara rutin dengan mengkonsumsi makanan berserat, khususnya buah-buahan serta sayur-sayuran.

Secara minimal,...

Baca selengkapnya...
Older Entries »

Blog Post Terbaru

Kategori

Arsip

Subscribe

Masukkan nama dan alamat email anda dan dapatkan tips-tips menarik seputar kesehatan serta promosi ekslusif dari Fitness Indonesia.



Program Fitness

Untuk pria dan wanita yang serius mendapatkan hasil.